Dimana ada kemauan, . ada jalan

Tidak semua orang punya keberanian untuk anti mainstream.
Andhika JJ. Tambunan punya gelar S2 di bidang politik, sempat hidup di kota besar, bekerja di lingkungan yang nyaman, dengan prospek masa depan yang jelas. Tapi hatinya tak pernah benar-benar tinggal di sana.

Dalam karirnya yang sedang menanjak, Andhika memutuskan meninggalkan semua itu. Ia kembali ke desa, dan memilih hal yang tak banyak orang lirik—menanam sorgumSorgum bukan komoditas populer. Saat panen pertamanya, ia sadar: tidak ada pasar, tidak ada permintaan. Tapi bukan berarti tidak ada harapan. Di sinilah titik baliknya dimulai.

Di tengah keresahannya, Andhika menemukan satu fakta mencengangkan: 95,5% masyarakat Indonesia kekurangan serat (Riskesdas 2018)***Padahal Indonesia punya segalanya untuk menjadi bangsa yang sehat—termasuk sorgum yang ia tanam sendiri. Dari ladang yang sunyi dan pasar yang sepi, Andhika memulai sesuatu yang berani. Tergerak hatinya mengangkat harapan hidup para petani, Andhika pun berkata pada dirinya, “Kalau bukan aku yang mengangkat petani sorgum, siapa lagi? 

Tapi ia tahu, perjuangan ini tidak bisa ia jalani sendirian.

 

*** Data SKI 2023 Kementrian Kesehatan menunjukkan peningkatan menjadi 96,7%

Kolaborasi Anak Bangsa

Bergabunglah Jessica Giovanni (Co-Founder) — anak bangsa lulusan S1 Food & Nutrition Coventry Univeristy, United Kingdom dan S2 Food Innovation & Product Design di AgroParisTech, Perancis. Dia juga percaya, pangan lokal seperti sorgum punya masa depan jika diproses dengan pendekatan modern dan relevan. Bahkan Jessica sejak 2024 silam mengejar disertasi S3 nya mengenai sorgum di University of Guelph, Canada.

Ok, Gas!!!

Tak lama, Suhartini Lestari Putri, lulusan S1 Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Padjajaran bergabung dalam tim di Januari 2022 sebagai R&D.

Dari kolaborasi dua dunia—desa dan kota, karir dan sains, tanah dan teknologi—lahirlah MEALK: Minuman siap saji dari sorgum, yang bukan hanya bergizi dan praktis, tapi juga membawa misi besar  menyehatkan masyarakat dari kekurangan serat, mengangkat pangan lokal, dan menghubungkan kembali petani dengan harapan.

Kembali ke Putri, dia pun mendapatkan beasiswa S2 Ilmu dan Teknologi Pangan di Wageningen University & Research, Belanda dari pemerintah Republik Indonesia atas inovasi olahan sorgum bersama tim menjadi makanan siap saji di MEALK. Putri sempat digantikan oleh Dwi Rina Kurnia Lubis, yang bersemangat tinggi berinovasi.

Cashback 10 16.03.2024
putri 1
putri 2